Gampong Meunasah Krueng merupakan salah satu gampong yang telah berdiri sejak tahun 1889. Sejak awal berdirinya, kehidupan masyarakat di gampong ini sangat bergantung pada sumber daya alam yang ada di sekitarnya. Mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani dan pekebun, dengan hasil utama seperti padi, serta berbagai tanaman kebun.
Letak gampong yang dekat dengan aliran sungai (“krueng”) turut memengaruhi pola kehidupan masyarakat, baik dalam hal pertanian maupun aktivitas sehari-hari. Selain itu, keberadaan meunasah (surau) menjadi pusat kegiatan sosial dan keagamaan, yang memperkuat nilai kebersamaan dan budaya gotong royong di tengah masyarakat.
Seiring berjalannya waktu, Gampong Meunasah Krueng terus berkembang, namun tetap mempertahankan karakter sebagai gampong agraris dengan kehidupan masyarakat yang sederhana dan erat dengan tradisi.